AM Putut Prabantoro editor buku "Masyarakat Pancasila" karya terakhir dari Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo menyerahkan buku setebal 53 halaman hasil permenungan dan pemikiran mantan Gubernur Lemhanas itu di Titik Nol Indonesia, Pulau Sabang, Nanggro Aceh kepada Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki.
- Gubernur Khofifah: Mohon Doa dan Support untuk Mario Aji, Rider Kebanggaan Jatim
- Kota Probolinggo Raih Juara III Tingkat Provinsi dalam Lomba RPH-R Yang Asuh
- Napak Tilas di Kantor PBNU Pertama, Gus Yahya: Dari Sini Kita Bangun Mimpi Peradaban
Penyerahan ini juga turut disaksikan oleh Danrem 012 Teuku Umar Kol Inf. Djon Afriandi dan Dosen UMB DR Caturida Meiwanto Doktoralina.
AM Putut Prabantoro, yang merupakan alumnus Lemhannas PPSA XXI ini mengatakan, tulisan “Masyarakat Pancasila” diselesaikan oleh Sayidiman pada Oktober 2018, sebelum jenderal bintang tiga itu wafat pada Sabtu 16 Januari 2021 yang lalu di Jakarta.
"Buku tersebut kemudian diluncurkan dalam acara Buka Tahun Baru Bersama XIV Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) pada akhir Januari 2019," kata AM Putut Prabantoro dalam keteranganya, Selasa (19/1).
Pangdam Iskandar Muda Achmad Marzuki menambahkan, penyerahan buku “Masyarakat Pancasila” ini merupakan momentum bersejarah. Alasannya, judul buku tersebut menjelaskan jati diri bangsa Indonesia yang mendiami sebuah negara yang terletak serta dimulai dari Sabang sebagai titik nol. Dimulai dari Sabang dan berakhir di Merauke sebagai provinsi di Indonesia yang paling ujung.
“Lagu Dari Sabang Sampai Merauke menjelaskan teritori bangsa dan masyarakat Indonesia yang falsafah hidupnya adalah Pancasila. Titik Nol Indonesia ada di Pulau Sabang ini. Selain itu buku ini merupakan permenungan dari sesepuh TNI yang sampai akhir hayat beliau terus memikirkan bangsa dan negara Indonesia sebagaimana yang diimpikan oleh para pendiri bangsa dan negara. Pak Saydiman dengan para sesepuh TNI lainnya seperti Jenderal TNI Widjojo Suyono, Letjen TNI Kiki Syahnakri dll. Meskipun sudah purna tugas, beliau-beliau tak pernah berhenti memikirkan Indonesia. Ini menjelaskan Pak Sayidiman sangat memegang teguh Saptamarga dan Sumpah Prajuritnya ,” tegas Achmad Marrzuki.
Dalam penjelasannya lebih lanjut, Achmad Marzuki memerintahkan jajarannya untuk memasyarakatkan buku “Masyarakat Pancasila” dalam berbagai bentuk kegiatannya. Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa harus berakar dalam budaya serta menjadi roh kehidupan seharian masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Kediri Layak Disebut Mother Of Nusantara
- Kapolda Jatim Beri Semangat Warga Perangi Covid 19
- Terinspirasi Sosok Ganjar, KST Ajak Ratusan Warga Nganjuk Jalan Sehat