Tim siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya mendapatkan laporan hilangnya warga Desa Modung, Bangkalan, atas nama Marzuki (50) yang diduga terseret arus di Pantai Modung Bangkalan pada Jumat (01/09).
- Sambut HJKS ke-731, Seluruh Pegawai Pemkot Surabaya Kerja Bakti Cat Ulang Curbing Median Jalan
- Percepat Vaksinasi Lansia, Gubernur Khofifah Minta Gerak Cepat dan Jemput Bola
- Resmikan Green House Masjid Al-Akbar, Gubernur Khofifah Cicipi Manisnya Tiga Varietas Golden Melon
Marzuki terakhir terlihat saat berpamitan dengan keluarga untuk mencari ikan dengan membawa jaring tebar. Keluarga korban melaporkan hilangnya Marzuki karena ia tak kunjung kembali dan hanya ditemukan jaringnya yang sudah ditebar di Pantai Modung.
Menanggapi hal tersebut, Basarnas Surabaya mengerahkan Unit Siaga SAR Sumenep untuk lakukan pencarian terhadap Marzuki bersama dengan tim SAR gabungan.
“Satu tim Unit Siaga SAR Sumenep beranggotakan 5 personil diberangkatkan Sabtu (02/09) pagi menuju Bangkalan dengan membawa perahu karet, motor tempel, beserta peralatan water rescue lainnya” jelas Haris Supardi, S.Sos., M.M., Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini.
Pada pencarian hari kedua, Minggu (03/09), tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet Basarnas dibantu oleh beberapa perahu nelayan untuk menyisir perairan pantai Modung. “Tim SAR menyisir perairan dengan luas area pencarian kurang lebih 8NM² atau 27km²" imbuh Haris.
Adapun unsur yang tergabung dalam upaya pencarian ini antara lain tim rescue Unit Siaga SAR Sumenep, Polairud Polres Bangkalan, BPBD Bangkalan, Polsek Modung, Babinsa Modung, serta keluarga korban dan nelayan setempat. Hingga berita ini diterbitkan, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Sekjen AKD Kwanyar Sampaikan Aspiran Jalan Janteh-Duwek Buter tak Tersentuh Pembangunan
- Komisi A DPRD Surabaya Anggap SE Pelaksanaan Kegiatan Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Menyedihkan
- Pemkot Surabaya Mediasi Kasus Lansia Tinggal Sebatang Kara, Keluarga Beber Fakta Sebenarnya!