. Politikus Partai Demokrat Andi Arief khawatir dengan kesepakatan yang terjadi antara Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Nasdem Surya Paloh soal amandemen UUD 1945.
- HET Minyak Goreng Dicabut, Ekonom: Mendag Enggak Kasihan Sama Rakyat?
- Solid Menangkan Golkar di Bawah Komando Airlangga Hartarto, AMPG Tolak Munaslub
- Eri-Armuji Resmi Daftar Pilwali Surabaya 2024
Menyikapi hal itu, Andi menilai, ada kemungkinan kesepakatan itu diwujudkan, demokrasi terpimpin bisa kembali hidup di Indonesia.
"Semoga kekhawatiran saya soal cita-cita Prabowo menghidupkan demokrasi terpimpin tidak terjadi," tulis Andi dalam akun Twitternya, Senin (14/10).
"Saya betul-betul khawatir, apalagi beliau sering pragmatis seperti Surya Paloh," imbuhnya.
Meski demikian, Andi masih menaruh harapan pada Presiden Joko Widodo agar dapat menghalau demokrasi terpimpin tersebut. Menurutnya, bila demokrasi terpimpin dihidupkan kembali, itu adalah bentuk kemunduran demokrasi.
"Mudah-mudahan Pak Jokowi bisa menyelamatkan jalan demokrasi yang benar menghadapi rencana demokrasi terpimpin ala Pak Prabowo, Surya Paloh dan beberapa kekuatan politik lainnya. Mereka menikmati demokrasi untuk memundurkannya," demikian Andi, seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL. [mkd]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Marwah MK Dirusak, Demokrasi Sudah Mengkhawatirkan
- Tingkatkan Daya Tawar, PKB Pingit Cak Imin
- Anggota Komisi III DPR RI dan Ketua Umum APTSI Hadiri Deklarasi Petir Madiun Dukung Prabowo Capres