Ketua Komisi IV DPRD Ngawi sekaligus anggota Fraksi PDIP, Slamet Riyanto, mengingatkan kepada petugas medis dalam hal ini Satgas Covid-19 untuk melakukan skrining ketat sebelum menyuntikan vaksin Sinovac. Hal itu untuk memastikan si penerima vaksin memiliki penyakit bawaan atau tidak.
- Ridwan Kamil Memulai Rangkaian Sebagai Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19
- 7 Juta Vaksin Sudah Disebar, Program Vaksinasi Sesuai Rencana
- Satgas Covid-19 Minta Pemda Perketat Aturan Mobilitas dan Kerumunan Selama Masa Lebaran
"Harus ketat skriningnya. Akan tetapi saya tegaskan jika benar-benar kondisi tubuh sehat vaksin Sinovac sangat aman sekali. Terbukti saya sendiri sudah menjalani vaksinasi selama dua kali dan ternyata tidak ada efek samping sama sekali," tegas Slamet Riyanto, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu, (17/3).
Bahkan ia menghimbau kepada warga masyarakat semuanya apabila sudah mendapatkan kuota vaksinasi dan sudah dijadwalkan, tidak perlu khawatir adanya efek samping vaksin Sinovac.
Slamet meyakini hadirnya vaksin yang peruntukannya sebagai pencegah Covid-19 melalui uji klinis yang ketat. Artinya, BPOM tidak mungkin sembarangan memberikan izin tanpa terlebih dahulu memiliki data uji sampel klinis.
Kemudian Slamet mengingatkan kembali terkait PPKM skala mikro jangan sampai disalah artikan ditengah masyarakat. Pada prinsipnya melalui Perbup Ngawi yang dikeluarkan pada 21 Februari 2021 sudah mengatur pedoman khusus adanya kegiatan masyarakat. Dimana protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus dijalankan secara ketat meskipun ada kelonggaran jenis kegiatan masyarakat yang bisa digelar.
"Tujuannya PPKM skala mikro ini sesuai petunjuk memberikan relaksasi tanpa mengurangi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Maka kita berharap jangan salah penafsiran," kupas Slamet Riyanto.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Presiden Joko Widodo: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir
- Positif Covid-19 Hari Ini Bertambah 6.279 Kasus
- Tahun Ini, China Sediakan 2 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Seluruh Dunia