Satu dari 11 Korban ritual maut di Pantai Payangan Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, ternyata seorang anggota polisi.
- Oknum Satpol PP Kota Malang Dikabarkan Ditangkap Polisi Kasus Narkoba
- Banjir Melanda Kecamatan Arosbaya, Jalur Utama Terputus
- ISIS Klaim Bertanggung Jawab Soal Ledakan di Bandara Kabul
Dia adalah Bripda Febriyan Duwi P. Sehari-hari bertugas di Polsek Pujer, Bondowoso.
"Betul dia anggota polisi, anggota Polsek Pujer Polres Bondowoso," kata Kapolsek Ambulu, AKP Muhammad Makruf, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, usai melakukan interogasi saksi dan keluarga korban.
Menurut Makruf, sesuai keterangan isteri korban, bahwa korban yang biasa dipanggil Febri, adalah anggota Polsek Pujer. Dia bagian dari korban meninggal dunia dan ikut kegiatan ritual bersama 22 korban lainnya. Febri berasal dari daerah Jatiroto Kabupaten Lumajang Jawa Timur.
Dijelaskan makruf, Minggu (13/2) sore hari ini, Febri bersama 10 Jenazah korban ritual maut dibawa ke RSD dokter Soebandi Jember, untuk dioutopsi. Febri Ditemukan sekitar pukul 07.00. WIB, satu jam setelah ditemukan 6 Jenazah, tak jauh dari lokasi tempat ritual.
Sebelumnya, Sebanyak 23 orang tergulung ombak pantai selatan Jember, saat melakukan ritual, di Pantai Payangan, mereka tergulung ombak.
Malam itu juga, 12 orang ditemukan selamat dan ada 2 orang meninggal dunia yakni Kholifah, warga Desa Gugut Kecamatan Rambipuji dan Bu Syaiful, warga desa Krasak Kecamatan Ajung. Sedangkan sebanyak 9 orang korban lainnya yang dinyatakan hilang.
Karena itu, tim SAR, Basarnas, pihak kepolisian, terus melakukan pencarian 9 korban yabg dinyatakan hilang. Baru sekitar pukul 06.15 WIB, tim SAR gabungan, kembali menemukan enam orang korban, yang sebelumnya dinyatakan hilang. Mereka teridentifikasi dengan Pinkan (13 ), warga Tawangalun, Rambipuji, Bu Bintang, warga Jalan Kacapiring kelurahan Gebang kecamatan Patrang, Sofi (22), warga asal Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Sukorambi, Arisko (21)warg Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Sukorambi, Musni (55), warga Sempusari Wetan, serta Yuli (30), warga Panti.
Satu jam kemudian, tim kembali menemukan dua korban. Keduanya adalah Ida asal Tawangalun, Rambipuji, dan Febri, (28) asal Bondowoso.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Siswa Sekolah Dasar di Singapura Harus Tes Antigen Setiap Dua Minggu Sekali
- Dalam Sehari, Covid-19 Di Singapura Bertambah 3.577 Kasus
- Pakai Bomber B-52, AS Serang Taliban di Utara Afghanistan