Gelar Salawatan, Bupati Banyuwangi Berharap WSL di Pantai Plengkung Lancar dan Sukses

Bupati Ipuk saat menghadiri acara Alas Purwo Bersalawat/Humas
Bupati Ipuk saat menghadiri acara Alas Purwo Bersalawat/Humas

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menggelar salawatan di Pasar Jatian Kecamatan Tegaldlimo pada Kamis malam (26/5).


Bersama ribuan masyarakat melantunkan pujian kehadirat Nabi Muhammad SAW.

Dengan kegiatan yang bertajuk Alas Purwo Bersalawat itu, sebagai bentuk doa dan munajat kepada Allah Yang Maha Kuasa agar gelaran kompetisi surfing internasional tersebut berjalan lancar dan sukses.

"Kami selalu mengawali setiap program atau kegiatan di Banyuwangi ini dengan berselawat. Dengan ini, kami berharap Allah SWT akan memberikan kelancaran, kemudahan dan kesuksesan dalam setiap ikhtiyar kita," ucap Ipuk, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Jumat (27/5).

Menurut KH Ma'ruf Al-Karki, salawat akan mampu membuka pintu rahmat sekaligus dapat menjadi tameng dari beragam musibah. "Semoga dengan barakah selawat ini, seluruh hajat Banyuwangi terkabulkan. Khususnya, acara WSL yang akan dilaksanakan besok," katanya, usai memimpin pembacaan tahlil dan doa bersama.

Event WSL sendiri akan dibuka pada Jumat sore (27/5) dan berlangsung hingga Senin (6/6). Para peselancar dari berbagai belahan dunia yang berhasil dari ajang WSL di Australia akan menjajal serunya ombak di G-Land, yang oleh penduduk lokal disebut Pantai Plengkung karena memiliki ombak yang melengkung.

Bupati Ipuk menyebutkan bahwa penyelenggaraan WSL ini, merupakan anugerah bagi Banyuwangi. Sebagai event internasional, ada banyak kota yang memiliki ombak yang baik, berebut untuk menjadi tuan rumah ajang tersebut. 

"Ini anugerah bagi Banyuwangi. Berkat event ini, ada sejumlah pembangunan infrastruktur yang digenjot di Kecamatan Tegaldlimo. Ini pastinya memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat Tegaldlimo dan Banyuwangi," ujarnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali dijadwalkan akan membuka liga surfing tersebut. 

"Event ini tidak semata membawa nama Banyuwangi saja. Apalagi hanya Tegaldlimo. Tapi, ini membawa nama Indonesia. Wajib bagi kita untuk berupaya keras menyukseskan acara ini," pungkas Ipuk.