Ribuan siswa nampak bahagia mengikuti Pawai Tarhib menyambut Ramadan yang digelar di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (8/3). Mereka menyambut datangnya bulan suci tahun ini dengan semangat suka cita.
- Hampir Seratus Ekor Sapi di Jember Terjangkit PMK dan Mati Mendadak
- Dindik Kabupaten Madiun Beri Pembekalan, Guru Diharapkan Bisa Komitmen Sesuai Tugas
- BEM Nusantara Anggap Masih Banyak Kasus Pelanggaran HAM Tidak Jelas Nasibnya
Pawai itu digelar mulai dari halaman Kantor Bupati Banyuwangi hingga Taman Blambangan. Sekitar 1.500 siswa sekolah mulai dari TK hingga SMP sederajat di bawah naungan Yayasan Al Uswah Banyuwangi meramaikan pawai tersebut.
Bermacam simbol (pamflet) untuk menyambut Bulan Ramadan turut meramaikan acara yang diiringi kearifan lokal. Ada banyak siswa mempertunjukkan kepiawaiannya memainkan drum band dengan kostum-kostum yang menghibur.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menjelaskan, Pawai Tarhib Ramadan adalah budaya yang biasa digelar menyambut Bulan Puasa. Biasanya, pawai digelar di kampung-kampung untuk membuat suasana jelang Ramadan lebih meriah.
"Jadi intinya ini kegiatan untuk menyambut Ramadan dengan sukacita dan bahagia," kata Bupati Ipuk, usai memberangkatkan pawai, dikutip Kantor berita RMOLJatim.
Pawai Tarhib Ramadan, kata Ipuk, juga menjadi bagian dari edukasi kepada anak-anak. Dengan kemeriahan dan kegembiraan selama pawai, mereka akan merasakan bahwa Ramadan bukan hal yang berat.
"Anak-anak bisa menjalankan ibadah selama Ramadan dengan bahagia dan memahami puasa Ramadan adalah sesuatu yang sehat dan bagian dari kewajiban seorang muslim," sambungnya.
Ipuk menyebut, Pawai Tarhib Ramadan membawa banyak hal positif. Harapannya pawai tersebut juga dapat turut digelar oleh lembaga pendidikan Islam lainnya di wilayah masing-masing.
Ketua Yayasan Al Uswah Banyuwangi Karyono mengatakan, Pawai Tarhib Ramadan adalah agenda tahunan yang digelar untuk menyambut Bulan Suci.
"Lewat ini, kami patrikan kepada semua warga Yayasan Al Uswah agar menjadi karakter utama, sehingga semua akan merasa Ramadan menjadi momentum yang tidak menyiksa, tapi justru menyenangkan," sebutnya.
Pawai tersebut diikuti oleh sembilan lembaga di bawah naungan yayasan, ada lima sekolah TK, dua SDIT, 2 SMPIT, dan 1 MTs.
Pihak yayasan mengangkat tema keterpaduan untuk pelaksanaan pawai kali ini. Tema tersebut membawa semangat untuk mengintegrasikan ilmu agama dengan cabang pembelajaran lain.[adv]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Ribuan Peserta Meriahkan Gowes Kemerdekaan se-Madiun Raya, Gubernur Khofifah: Wujud Sinergitas Nasionalisme
- Angkutan Lebaran 2024 Berakhir, Jumlah Penumpang Kereta di Daop 8 Capai 472 Ribu Penumpang
- DP3A-P2KB Surabaya Ungkap Faktor Penyebab Timbulnya Kasus Kekerasan Terhadap Anak