Tiongkok membantu proyek infrastruktur Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena diduga ingin menguasai Indonesia melalui utang luar negeri.
- Sambangi Kantor DPP PDIP, Bobby Nasution: Dipanggil Pak Sekjen
- Tolak Aklamasi, Kaum Muda Unair Dorong Dimas Oky Maju Kandidat Ketua IKA UA
- Ganjalan Puan Nyapres Hanya Ganjar Pranowo
"Kita disuruh ngutang dimana-mana. Maksudnya itu agar dikuasai China. Ini sudah terjadi di mana-mana. Bahkan Zimbabwe sudah ganti (mata uang) dengan Yuan," ujar kata Sri Bintang dalam diskusi "Pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Mangkrak atau Batal?" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/12).
Dikatakan Sri Bintang, saat ini hampir semua proyek infrastruktur yang dibangun pemerintahan Jokowi, baik itu proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, dan pulau reklamasi di pantai utara Jakarta, sebenarnya tidaklah perlu.
Ditambah lagi, proyek-proyek yang dibangun itu seperti kereta api cepat Jakarta-Bandung dan pulau reklamasi, tidak bisa dijangkau masyarakat kecil.
"Saya khawatir ini dalam rangka ekspansi China. Untuk itu saya tidak bisa kasih maaflah. Harus dibatalkan semuanya," pungkasnya.[aji
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Apresiasi Densus 88 Antiteror, JMM: Bersihkan BUMN dari Ideologi Radikal
- Pilwali Surabaya, Gerindra Jatim Ajukan Rekomendasi Machfud-Mujiaman ke Prabowo
- Jokowi Beri Kode Rambut Putih, GP Mania: Belum Tentu Juga untuk Mas Ganjar