Usai memberikan sambutan, dengan mengendarai kendaraan tempur jenis Anoa, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Forpimda Surabaya dan para peserta mulai berangkat menuju finish di Taman Bungkul Surabaya.
- Puisi Momok Hiyong, Cara Putra Wiji Thukul Kritik Penguasa
- Rumah Puisi Teguh Santosa Gelar Lomba Baca Puisi Chairil Anwar, Berikut Syarat dan Hadiahnya
- Majelis Sastra Urban Gelar Pertunjukan Puisi Mahmoud Darwish
Bahkan, banyak dari mereka yang mengabadikan momen itu menggunakan kamera smartphone. Ada pula penonton yang berebut foto selfie dengan Risma.
Ketika sampai di depan Gedung Siola, para peserta berhenti sejenak untuk menyaksikan teatrikal kolosal perjuangan yang ditampilkan oleh Komunitas pecinta sejarah dari seluruh Indonesia.
Namun, ketika tiba di depan Hotel Majapahit, di atas kendaraan Anoa, Risma berteriak lantang membacakan puisi karya KH. Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus itu.
"Allahuakbar, Allahuakbar, Surabaya adalah Kota Keberanian, Kota Kebanggaan," begitulah sedikit isi puisi yang dibacakan Risma dikutip Kantor Berita , Sabtu (9/11).
Setiba di Perempatan Jalan Bengawan, Risma kemudian menerima senjata dari perwakilan veteran sebagai simbol penyerahkan estafet perjuangan kepada generasi berikutnya.
Setelah itu, ia bersama Forpimda Surabaya tiba di garis finish dan menyaksikan penampilan dari berbagai peserta. Penampilan itu, mulai dari pembacaan puisi, drum band, hingga teatrikal perjuangan.[bdp
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Puisi Momok Hiyong, Cara Putra Wiji Thukul Kritik Penguasa
- Rumah Puisi Teguh Santosa Gelar Lomba Baca Puisi Chairil Anwar, Berikut Syarat dan Hadiahnya
- Majelis Sastra Urban Gelar Pertunjukan Puisi Mahmoud Darwish