Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita secara terang-terangan melawan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar tidak ada pergantian jajaran direksi BUMN maupun pejabat di lingkungan kementerian hingga selesai masa pemerintahan periode pertama, atau hingga Oktober 2019. Hal itu disampaikan Kepala Staf Presiden Moeldoko, Selasa (6/8).
- Surabaya Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munaslub APEKSI 2025, Wali Kota Eri Cahyadi Nyatakan Siap!
- Jokowi Tak Berdaya Karena Ada Kekuatan Besar di Belakang Moeldoko
- Perintahkan Jampidsus Tuntaskan Kasus HAM, Jaksa Agung Dinilai Akhiri Impunitas Kejahatan Kemanusiaan
Ketujuh pejabat eselon I yang baru dilantik tersebut yaitu:
1. Oke Nurwan sebagai Sekretaris Jenderal,
2. Suhanto sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri,
3. Indrasari Wisnu Wardhana sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri,
4. Dody Edwardsebagai Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional,
5. Tjahya Widayanti sebagai Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi,
6. Arlinda, sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional,
7. Karyanto Suprih, sebagai Staf Ahli Bidang Iklim Usahadan Hubungan Antar Lembaga.
"Susunan baru Pejabat Eselon I Kemendag ini diharapkan dapat memimpin kinerja Kemendag lebih baik lagi dalam memenuhi mandat Presiden," kata Menteri Enggar dalam keterangan pers yang dilansir Kantor Berita RMOL.
Menurut Enggar, formulasi pejabat eselon I yang hari ini baru dilantik dapat memenuhi proporsi yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas Kemendag sehari-hari.
Selain itu, Menteri Enggar juga berpesan kepada pejabat eselon I yang baru dilantik untuk berani mengambil risiko dalam memberikan keputusan yang tepat dan cepat demi kelangsungan perekonomian negara.
"Saya ucapkan kepada para eselon I yang baru saja dilantik. Selamat memegang amanat di posisi yang baru dan bekerja lebih giat dengan penuh tanggung jawab. Saya yakin Kemendag mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam membangun negara dan melayani masyarakat," demikian Menteri Enggar.
Sebelumnya Kepala Staf Presiden Moeldoko menyampaikan agar para menteri Jokowi tidak melakukan pergantian jajaran direksi BUMN.
"Para menteri diminta untuk tidak mengeluarkan kebijakan strategis dan juga penempatan atau penggantian jabatan-jabatan atau posisi tertentu. Dua hal itu," kata Moeldoko.
Moeldoko menjelaskan, permintaan presiden didasari karena pemerintahan tinggal beberapa bulan sampai pelantikan. Moeldoko menyebut Jokowi tak ingin ada beban pada periode keduanya nanti.[aji]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Presiden dan Panglima TNI Diminta Tegas soal KKB Papua, GM FKPPI: Diplomasi Perlu, Ketegasan Militer Wajib
- PDIP Ingin Buat Koalisi Besar, PKS: Makin Indah
- Wali Kota Eri Cahyadi dan Para Kepala Daerah Akan Hadiri Istighosah PDIP Jatim