Kasus pembunuhan Jamaludin di Apartemen Educity Tower Harvard (ETH) Kalisari Pakuwon City ternyata berlatar belakang utang piutang dari jual beli sabu antara korban dengan H Ridi, otak pelaku pembunuhan yang masih berstatus DPO Polrestabes Surabaya.
- Sidang Tragedi Kanjuruhan, Eks Danki Brimob Divonis 1,5 Tahun Penjara
- Curi Motor di Warung Nasi Madura, Pasangan Suami Istri Tertangkap Berkat Rekaman CCTV
- Polisi Aktif Mantan Ajudan Kapolres Tuban Ditemukan Bunuh Diri di Rumah
Hubungan gelap itu akhirnya terendus H Ridi melalui pesan pesan mesra korban yang dikirim ke WA di ponsel milik Eva. Terbakar dengan api cemburu itu, H Ridi akhirnya memerintahkan Supandi, salah satu terdakwa kasus ini untuk mendatangi korban.
Untuk menutupi modus pembunuhan itu karena asmara, H Ridi pun meminta agar terdakwa Supandi dan dua terdakwa lainnya untuk menagih hutang jual beli sabu antara korban dengan H Ridi.
Namun hingga kasus ini disidangkan di PN Surabaya, H Ridi yang sudah ditetapkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) belum juga berhasil ditangkap oleh Polrestabes Surabaya.
Sementara tiga terdakwa dalam kasus ini telah didakwa pasal pembunuhan berencana, yakni melanggar pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal pidana mati.
"Perbuatan terdakwa telah menyebabkan korban Jamaludin alias Agung Pribadi meninggal dunia," terang Jaksa Suparlan saat membacakan surat dakwaan ketiga terdakwa secara terpisah di PN Surabaya, Selasa (23/10).
Persidangan kasus pembunuhan ini akan berlanjut ke pembuktian karena ketiga terdakwa tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa.[aji]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Aktor Fachri Albar Positif Pakai Narkoba
- Kasus Korupsi Proyek Tol MBZ, Direktur Operasional PT Bukaka Teknik Utama Resmi Jadi Tersangka
- Pamerkan Alat Kelamin ke Wanita, Pria Ini Langsung Viral dan Kini Ditahan