Proyek pembangunan irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA ) Pemerintah Kabupaten Malang, tepatnya di Kelurahan Candirenggo, RW: 06, Kecamatan Singosari ambrol.
- Kemeriahan Hardiknas 2025 di Kota Malang Jadi Momentum Perkuat Pendidikan Bermutu
- Gubernur Khofifah Pastikan Lahan 9,7 Hektare di Malang Siap untuk Sekolah Rakyat Standar Internasional
- Menjelang Porprov Jatim IX, DPRD Soroti Minimnya Sosialisasi dan Harap Dampak Ekonomi Maksimal
Proyek tersebut diduga bersumber dari APBD tahun 2019, senilai kurang lebih Rp 154 juta. Dan yang mengerjakan adalah CV. RJ
Ambrolnya proyek tersebut disesalkan warga, karena baru dibangun masih berumur 2 tahun. Dan dikhawatirkan, menimbulkan korban. Pasalnya ditempat tersebut, dibuat aktivitas para petani membersihkan alat setelah seharian pergi ke ladang sawahnya. Bahkan beberapa warga sering melakukan aktivitas mancing.
"Nah itu sampean lihat, ada yang sebagian pembangunan sudah jatuh ke sungai. Namun, disini ada sebagian juga yang sudah pecah, kami juga khawatir sewaktu-waktu bangunan ini ambrol dan bisa menimbulkan korban. Disini sering dibuat aktivitas warga, yaitu usai berladang nyuci alatnya disini. Selain itu disini biasanya sering digunakan orang sekitar memancing mas," tutur salah satu warga Candirenggo, yang tak mau disebutkan namanya, kepada Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (7/7)
Padahal, lanjut warga Candirenggo tersebut, intensitas air tak begitu besar di hari-hari biasa," sebenarnya sehari-hari volume air yang berjalan dialiran bangunan irigasi itu kecil. Tapi kenapa bangunannya baru dua tahun kok sudah ambles gini," paparnya.
Ia pun berharap, bangunan yang sudah pecah, bahkan ada bagian yang sudah hancur segera diperbaiki, " semoga pemerintahan, tanggap atas hal ini," tandasnya.
Di waktu yang berbeda, Lurah Candirenggo, Mariati S.E, membenarkan bahwa ada pembangunan tersebut di wilayahnya dari DPU-SDA. Dan iya berharap dengan adanya hal ini segera ada perbaikan dari dinas terkait.
"Iya, memang ada pembangunan di wilayah kami dari DPU-SDA itu. Kalau keinginan kami segera diperbaiki," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU-SDA), Avicenna Medisica Saniputera tidak bisa ditemui. Bahkan, tidak bisa dihubungi melalui selulernya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Kemeriahan Hardiknas 2025 di Kota Malang Jadi Momentum Perkuat Pendidikan Bermutu
- Gubernur Khofifah Pastikan Lahan 9,7 Hektare di Malang Siap untuk Sekolah Rakyat Standar Internasional
- Menjelang Porprov Jatim IX, DPRD Soroti Minimnya Sosialisasi dan Harap Dampak Ekonomi Maksimal