Sebanyak 675 kasus ujaran kebencian ditangani oleh jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Sepanjang Januari-Juni 2019. Sementara 101 kasus ditangani oleh Polda Metro Jaya.
- Kapolri Resmi Nonaktifkan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo
- Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Rekomendasikan Iwan Bule dan Seluruh Pengurus PSSI Mundur
- Puluhan Ahli Waris Geruduk PN Sidoarjo, Tuntut Keadilan Atas Sengketa Jalan Majapahit
Untuk kasus penyebaran informasi bohong alias hoax, Bareskrim Siber menangani 51 kasus, 32 kasus diantaranya telah selesai dan telah naik ke persidangan.
Jumlah kasus hoax ini meningkat dibanding tahun 2018 lalu, yakni sepanjang Januari hingga Desember 2018, hanya 52 kasus dan 18 kasus telah diselesaikan.
Artinya ada peningkatan di situ. Kalau tahun lalu itu satu tahun 52 kasus. Tahun ini dari Januari sampai Juni ada 51 kasus,†kata Dedi.
Untuk kasus pencemaran nama baik, di tahun 2018 setidaknya Polri mencatan ada 1.271 kasus, 556 kasus diantaranya dapat diselesaikan.
Untuk tahun 2019, Januari-Juni ada 225 kasus pencemaran nama baik, 118 sudah selesai,†pungkas Dedi.[bdp]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Dua Anak-anak di Surabaya, Ketahuan Bawa Puluhan Pil Koplo
- 7 Jam Diperiksa KPK, Aspri Wamenkumham Tertawa
- Dugaan Korupsi Kenaikan Tunjangan Perumahan 45 Anggota Dewan, Unit Tipikor Polres Madiun Periksa Sekwan