Faisol Riza Sebut Demi Rakyat BUMN Menopang Perekonomian Nasional

foto/RMOLJatim
foto/RMOLJatim

Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza merangkul para Pimpinan Pondok Pesantren di Kabupaten Probolinggo. Mereka para tokoh di Kabupaten Probolinggo ini, para penerima manfaat dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Para tokoh penerima manfaat ini, menjalin silaturahmi dengan Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza, dalam acara 'Sosialisasi HOLDING BUMN Sebagai Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Masa Depan.

Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza mengatakan,  tentang fungsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menopang perekonomian nasional serta membangkitkan UMKM dalam scala Nasional.

"BUMN diberikan tugas oleh pemerintah untuk menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi dimasa yang akan datang,"katanya, seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (22/12).

Selain itu, BUMN hari ini kata Faisol Riza, menjadi penopang ekonomi nasional utamanya ditingkatkan UMKM.

"Karena dengan BUMN ini kuat, maka diharapkan semua mata rantai ekonomi bisa dinikmati oleh masyarakat, gambaran ekonomi BUMN hari ini diharapkan menjadi penopang ekonomi nasional, supaya mata rantai ekonomi di bawahnya bisa hidup dan berkembang, dalam hal ini adalah UMKM,"paparnya.

Selain itu, Politisi asal Kabupaten Probolinggo ini, meminta kepada BUMN untuk menjadikan UMKM satu kesatuan ekosistem perekonomian nasional.

"saya sudah minta kepada BUMN untuk menjadikan UMKM satu kesatuan ekosistem perekonomian Nasional,"harapnya.

Selain itu masih kata Faisol Riza, Kalau peran besar Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang selalu terdepan mendorong inklusi keuangan.

Faisol Riza menyampaikan hal tersebut saat bertemu warga di Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, BRI memiliki visi menjadi “The Most valuable Banking Group in Southeast Asia” & “Champion of Financial Inclusion” pada tahun 2025 mendatang.

Salah satu visi untuk menjadi “Champion of Financial Inclusion”, BRI menyadari bahwa hal tersebut dapat mendorong pemerataan kemakmuran bagi bangsa Indonesia.

Ini merupakan salah satu visi untuk menjadi “Champion of Financial Inclusion” tersebut dapat mendorong pemerataan kemakmuran bagi bangsa Indonesia.

"Visi BRI tersebut memang sejalan dengan visi pemerintah yang mencanangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 90% pada 2024. Merujuk data survei tiga tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi keuangan pada tahun 2019 baru mencapai 76,19% atau meningkat dari 67,8% pada 2016,” jelas Faisol Riza.

Selain itu, dalam mewujudkan peningkatan inklusi keuangan tersebut, juga harus diikuti peningkatan literasi keuangan.

"Di mana menurut data OJK literasi keuangan baru mencapai 38,03% pada 2019, meningkat dari 29,7% pada 2016,” sambungnya.

Faisol Riza menguraikan, BRI setidaknya memiliki 3 strategi utama dalam upayanya meningkatkan financial literasi index.

Pertama, mengembangkan Agen BRILink menjadi 600 ribu hingga akhir 2022 di seluruh Indonesia.

Kedua, BRI pun akan mengembangkan digital advisor atau penyuluh digital.

Yang ketiga menurutnya, BRI terus berupaya secara konsisten mengembangkan ekosistem bisnis secara digital.

Sehingga transaksi keuangan harian nasabah terus-menerus dilakukan secara digital, untuk menjamin keberlanjutan dari proses keuangan digital di masa depan.

“Ini penting, agen laku pandai milik BRI atau Agen BRILink merupakan hybrid channel dari BRI secara brancless banking. Melalui Agen BRILink masyarakat dapat menikmati layanan/jasa transaksi keuangan layaknya layanan bank di agen-agen/mitra Agen BRILink secara lebih dekat,” tandasnya.

Saat ini, jumlah Agen BRILink telah mencapai 584 ribu pada akhir Agustus 2022 dengan jangkauan mencapai 57.618 desa, atau mencakup 3/4 desa diseluruh Indonesia sudah terdapat Agen BRILink.

Pada kesempatan itu, salah satu penerima manfaat dari BUMN, dr. Mirrah Samiyah mengaku bangga pada Faisol Riza yang telah memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

"Alhamdulillah, banyak manfaat yang diberikan oleh Pak Faisol Riza ini kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo,"tegasnya.