Ada maksud lain di balik pembiaran Presiden Joko Widodo terhadap wacana presiden tiga periode hingga penundaan Pemilu 2024 yang berkembang di publik.
- Arief Poyuono Sebut Dana Pensiun BUMN Raib Karena Dikorupsi Pengurusnya
- Kasus Aliran Dana Misterius Rp 14 Triliun ke Nasabah BNI, Arief Poyuono: Kalau Salah Lebih dari Sekali Bukan Wajar
- Arief Poyuono Prediksi Jokowi Kehabisan Baterai dan Tidak Punya Kekuatan di 2024
Menurut analisis politisi Arief Poyuono, Presiden Joko Widodo sengaja membiarkan bola liar isu tersebut untuk mengetes loyalitas partai politik yang selama ini mendukungnya di pemerintahan.
"Wacana 3 periode, perpanjangan jabatan, dan penundaan pemilu sepertinya hanya test on the water yang dilakukan Jokowi untuk memastikan loyalitas parpol koalisi terhadap Kangmas Jokowi loh," kata Arief Poyuono kepada redaksi, Jumat (8/4).
Jokowi, kata Poyuono, ingin melihat partai politik mana yang benar-benar memberikan dukungan kepadanya, bukan untuk meneruskan kepemimpinannya di periode ketiga, melainkan minimal sampai mengakhiri pemerintahan hingga 2024.
"Karena ini menyangkut posisi Jokowi apakah sampai 2024 or tidak. Dari sini parpol koalisi yang loyal mengawal Jokowi hingga akhir masa jabatannya 2024 sudah jelas, yaitu PKB dan Golkar," lanjut Poyuono.
Ketum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini pun meyakini Presiden Jokowi bukan orang sembarangan. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini diyakini cerdas dan sangat mengerti konstitusi yang mengharamkan presiden tiga periode.
"Dia tahu benar bahwa penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden itu sangat inskonstitusional," tandasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Panda Nababan Benarkan Ada Skenario Jokowi 3 Periode, Pernah Lobi Megawati
- Hasto Singgung Presiden Tiga Periode, Ada Menteri yang Katakan Berdasar Big Data
- Arief Poyuono Sebut Dana Pensiun BUMN Raib Karena Dikorupsi Pengurusnya