Sekitar 100 perempuan Kepala Keluarga Dan Kurang Berdaya mengikuti pelatihan wirausaha, yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember.
- Sidak Mamin Jelang Hari Raya Idul Fitri, Tim Gabungan Temukan Makanan Kadaluwarsa di Jember
- Rekanan Washtafel Temui Kapolres Jember, Keluhkan Tersendatnya Pembayaran Dana
- Tata Kelola Pemerintahan Terus Membaik, Pencegahan Korupsi di Jember, Masuk Peringkat 14 Nasional
Kegiatan tersebut, digelar hampir 3 pekan, dari tanggal 3 -21 Nopember 2022. Penutupan tersebut digelar pada Senin, 21 November 2022 di Aula Diklat BKPSDM Kabupaten Jember.
Menurut Kepala Dinas DP3AKB Kabupaten Jember, Suprihandoko tujuan dari digelar pelatihan, sebagai antisipasi dampak inflasi akibat kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu. Selain itu juga antisipasi ancaman resisi ekonomi dunia.
Sedangkan sasarannya yakni perempuan yang kurang berdaya, Perempuan kepala keluarga (Pekka) dan juga pelatihan bagi anak.
"Bupati Jember, mendapatkan apresiasi dari presiden melalui menteri keuangan dengan mendapatkan dana insentif daerah sekitar Rp. 10 milyar rupiah, DP3AKB juga dipercaya mengelola anggaran tersebut," ucap Suprihandoko, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (22/11).
Dia menjelaskan, dengan anggaran tersebut, DP3AKB menggelar beberapa jenis pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia perempuan dan anak. Yaitu pelatihan tata rias yang diikuti 30 Pekka, pelatihan menjahit yang diikuti 20 Pekka, pelatihan membuat kue kering diikuti 8 anak difabel, dan pelatihan batik tulis eco print yang diikuti 50 forum anak.
"Ini rejekinya perempuan keluarga dan anak dan tak berdaya di dan anak. Mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan tapi juga mendapatkan mendapatkan bantuan alat Produksi," katanya.
Dia menjelaskan yang ikut pelatihan jahit mendapatkan Bantuan mesin jahit dan tata rias mendapatkan bantuan alat tata rias. Demikian juga dengan peserta pelatihan kue, juga mendapatkan peralatan sesuai jenis pelatihan yang diikuti.
Dia berharap setelah mendapatkan pelatihan, mereka bisa berproduksi. Nanti hasilnya bisa tergabung dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), yang menjadi produk unggulan khas Kabupaten Jember, yang bisa dipasarkan ke luar daerah Jember.
"Teruslah berkarya dan berinovasi. Semoga menjadi wirausahawan maupun wirausahawati yang sukses. Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan minat berwirausaha," harap Suprihandoko.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Sidak Mamin Jelang Hari Raya Idul Fitri, Tim Gabungan Temukan Makanan Kadaluwarsa di Jember
- Rekanan Washtafel Temui Kapolres Jember, Keluhkan Tersendatnya Pembayaran Dana
- Tata Kelola Pemerintahan Terus Membaik, Pencegahan Korupsi di Jember, Masuk Peringkat 14 Nasional