Dalam kurun satu tahun ke depan, jabatan Bima Arya sebagai Walikota Bogor akan berakhir, tepatnya pada Desember 2023. Namun, Ketua DPP PAN itu belum menentukan langkah politiknya untuk 2024.
- Mega Kumpulkan Anggota Fraksi PDIP Belum Bahas Capres
- Laporkan HRS Soal Covid, Bima Arya Tepis Karena Politik
- Habib Rizieq Sebut Bima Arya Pembohong di Persidangan
Bima mengatakan, politik 2024 berbeda dengan tahun-tahun politik sebelumnya. Kala itu dirinya boleh mengejar posisi walikota tanpa melihat jumlah kursi, karena pemilihan kepala daerah dilakukan lebih dulu daripada Pileg dan Pilpres.
"Sekarang situasinya berbeda, Pilpres dan Pilegnya dilakukan lebih dulu, kemudian Pilkada. Jadi misalnya partai (PAN) saya enggak cukup (kursi) di dewan enggak bisa juga (maju Pilkada). Atau ternyata orang-orang yang saya anggap akan jadi pendukung ternyata menjadi lawan," kata Bima Arya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (31/12).
Melihat variabel seperti itu, Bima mengaku tidak mau pusing. Pun tidak mau terganggu dengan skenario yang belum pasti.
Dengan kata lain, Bima ingin menyelesaikan tugas-tugas sebagai Walikota Bogor hingga akhir masa jabatannya pada Desember 2023.
"Jadi saya enggak mau pusing lah soal itu, saya enggak mau diganggu dengan skenario yang belum pasti, yang pasti-pastinya beresin dulu (sebagai walikota)," tandasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Kondisi Ekonomi yang Tidak Menentu dan Biaya Wisuda: Beban Tambahan bagi Masyarakat Menjelang Lebaran
- Sumardi Dorong OPD Pemprov Jatim Maksimalkan Pelayanan Meski Ada Efisiensi Anggaran
- Revitalisasi Pasar Kembang Tahap Pertama Segera Dimulai, PD Pasar Surya Bangun TPS untuk Pedagang