Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan lockdown sementara. Hal ini menyusul meningkatnya jumlah korban akibat wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.
- Fadjroel Rachman: Kritik Adalah Hak Konstitusional Setiap WNI
- Tolak Wacana PKB, Gerindra Jatim Tetap Solid Inginkan Prabowo Presiden Di Pilpres 2024
- Negara Lain Lebih Parah Dari Ekonomi Indonesia yang Minus 5,32 Persen, Erick Thohir: Kita Enggak Usah Berdebat Lagi
"Agar upaya pemerintah untuk menyelamatkan rakyat lebih sukses, Partai Demokrat menyampaikan rekomendasi melakukan 'lockdown' dalam jangka pendek. Terutama di kota-kota yang paling berat terinfeksi corona," kata AHY dalam keterangan pers dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/3).
Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19, per Kamis (19/8) kemarin, setidaknya teridentifikasi 309 pasien berstatus positif dan diperkirakan masih akan bertambah karena kemungkinan masih banyak yang under-diagnosis.
AHY menjelaskan, jika pemerintah melakukan lockdown jangka pendek di beberapa Kota di Indonesia yang telah dinyatakan rawan penyebaran virus corona, maka hal itu diyakini mampu menahan arus keluar masuk manusia dan bisa meminimalisir penyebaran virus.
"Sampai dianggap aman untuk dibuka kembali. Dengan tetap menjaga kelancaran arus barang bahan pokok, maka diharapkan bisa meminimalisi menyebarnya virus corona," jelasnya.
Menurut AHY, memang lockdown jangka pendek maupun panjang sedikit banyaknya akan berdampak pada sejumlah sektor terutama ekonomi. Namun, keselamatan warga negara jauh lebih prioritas dari semuanya itu.
"Lockdown pasti akan berdampak pada ekonomi, tapi keselamatan manusia dan masyarakat adalah yang pertama dan utama," pungkasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Paslon yang Pengaruhi Warga Melalui Bagi-bagi Sarung Bisa Dijerat Pidana Pemilu
- Ratusan Ribu Suara Calon DPD Jatim Raib, Trijanto: Pemilu 2024 Super Gila, Brutal, Kejam, Masif
- Cak Imin Penentu Cawapres Prabowo