Setelah musibah tsunami yang membuat tiga personel band Seventeen meninggal, mendadak lagu Seventeen yang berjudul ‘Kemarin’ menjadi viral.
- Prasasti Nawa Bhakti Satya Jadi Spot Foto Favorit Pendaki Gunung Arjuno, Gubernur Khofifah: Nikmati Keindahannya, Jaga Alamnya
- DKPP Surabaya Siapkan Event Spesial Libur Tahun Baru Imlek 2025 di Adventureland Romokalisari
- Filosofi Tanjak dan Jenis yang Sering Digunakan di Sumsel
Para viewers pun menuliskan kata simpati pada lagu ciptaan sang gitaris, Herman Sikumbang itu.
"Lagu ini magis banget, menggambarkan keadaan sang vokalis saat ini. Semoga husnul khatimah buat ketiga personil Seventeen dan juga buat istri dari mas Ifan Seventeen dan jga buat korban yg Laen ,, Al Fatihah amiinn stay strong mas Ifan,†kata Khonviele dalam kolom komentarnya.
Ya, pada liriknya, lagu Kemarin seakan menceritakan kejadian tsunami tersebut. Liriknya bercerita tentang perpisahan. Sedih dan menyayat hati. Bahkan, beberapa viewers memberikan pendapat jika lagu itu persis dengan kejadian yang dialami band asal Yogayakarta itu.
"Luar biasa!!! Lirik lagu nya sama dengan kenyataan yang terjadi waktu hari sabtu. Saya terharu Kemarin kau masih di sini, tapi sekarang tidak. Semoga tenang kau di sana selamanya, istri bang ifan, temen bang ifan, serta korban tsunami lainnya. Semoga mereka diterima disisi Tuhan. Aminn. dan yg luka luka, semoga cepat sembuh. Amin,†tulis Andi Nurul dalam komentarnya.
Seperti diberitakan, tiga personil Seventeen, yakni Bani (bass), Yudhi (gitar), Herman (gitar), Andi (drum) tewas dalam musibah tsunami tampil di sebuah acara di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten, Sabtu malam (22/12) lalu.
Ifan (vokal) berhasil selamat setelah dua jam terkatung-katung di laut. Sayangnya, sang istri, Dylan Sahara Puteri ikut menjadi korban. Dylan yang sempat dikabarkan hidup, akhirnya tewas dan jasadnya ditemukan sehari kemudian.
Sejak musibah itu, grup band Seventeen resmi mengundurkan dari panggung musik Tanah Air.[aji]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Tempat Wisata di Kolam Retensi Bale Wilwatikta Mojokerto Segera Dimanfaatkan
- Kampung Mandarin Batang, Padukan Wisata Edukasi Alam dan Pembelajaran Bahasa
- Wali Kota Eri Buka Museum Surabaya, Kenalkan Kota Pahlawan dari Setiap Era