Setelah hampir 2 tahun seluruh sekolah tanpa pembelajaran tatap muka (PTM), hari ini SMPN 2 Tamanan mulai melakukan dengan cara berbeda, Kamis (5/8).
- Bangun Sinergi Dengan Masyarakat, Polres Bondowoso Galakkan Subuh Keliling
- Viral Video Kadisdikbud Bondowoso Karaoke Bersama Guru Perempuan, Satgas Covid-19 Langsung Lakukan Pemeriksaan
- Polsek Maesan Gandeng MWCNU Untuk Berbagi Sembako Kepada PKL dan Warga Isoman
Program Guru Keliling (Guling) dilakukan oleh sekolah tersebut karena selama pandemi PTM sangat sulit terealisasi.
Disampaikan Rika Susilowati, Korlap Program Guling, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap seluruh anak didiknya selama pandemi yang nyaris tanpa interaksi belajar secara langsung.
"Sudah hampir 2 tahun guru dan anak didik tidak belajar secara visual, hari ini kami lakukan dengan cara berbeda," ujarnya dikutip Kantor Berita RMOLJatim.
Selanjutnya, program Guling tersebut mengharuskan guru-guru pengampu mata pelajaran mendatangi titik-titik di mana banyak kediaman siswa-siswi dan bisa saling menjangkau.
"Sementara ada 4 titik dan dijadikan 4 kelas, lokasinya pun masih didekat sekolah," terangnya.
Dalam tiap-tiap kelas, Rika membatasi maksimal 12 siswa-siswi didampingi oleh 1 guru saja. Karena situasi pandemi tidak diperbolehkan mengumpulkan massa dengan jumlah yang banyak.
"Kami disiplin prokes,karena kelas kita outdoor dan masker hingga hand sanitiser kami persiapkan tiap kelas," tegasnya.
Kemudian, mengenai metode yang diberikan oleh guru kepada anak didik, untuk sementara membangun kembali keterikatan antara guru dengan murid karena setelah sekian lama tanpa belajar langsung.
Lalu, membuat siswa-siswi kembali bersemangat belajar karena selama pandemi mereka tetap berstatus murid yang harus tetap mendapatkan materi pembelajaran.
"Saat ini membuat siswa-siswi merasa mereka masih pelajar itu penting," tandasnya.
Karena saat ini, Rika berharap para murid tidak sampai putus sekolah karena upaya-upaya mencegah kebosanan siswa-siswi sudah dilakukan dengan adanya program ini.
"Semoga tidak ada lagi siswa-siswi tertinggal pelajaran karena alasan sekolah offline," harapnya.
Rika mengakhiri, program Guling ini sementara dijadwalkan selama sebulan penuh dengan target seluruh siswa kelas 8 dan 9 bisa dijangkau.
"Untuk jadwal setelahnya akan kami atur kembali dengan pimpinan," pungkasnya.(Sugianto)
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Bangun Sinergi Dengan Masyarakat, Polres Bondowoso Galakkan Subuh Keliling
- Viral Video Kadisdikbud Bondowoso Karaoke Bersama Guru Perempuan, Satgas Covid-19 Langsung Lakukan Pemeriksaan
- Polsek Maesan Gandeng MWCNU Untuk Berbagi Sembako Kepada PKL dan Warga Isoman