Pemkab Probolinggo Setujui Pinjaman Rp 9,3 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Bupati Probolinggo, saat menandatangani persetujuan pinjaman modal. Ist
Bupati Probolinggo, saat menandatangani persetujuan pinjaman modal. Ist

Pemkab Probolinggo mendapatkan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp. 9,3 miliar dalam rangka mewujudkan percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.


Pinjaman PEN ini dilakukan karena APBD Kabupaten Probolinggo mengalami realokasi akibat pandemi. Sehingga Pemerintah harus melakukan refocusing anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan, sumber daya air serta peningkatan infrastruktur lingkungan dan sampah.

Persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE bersama dengan Team Leader Divisi Pembiayaan Publik PT SMI Nanang Arifin di Jakarta, Senin (26/10).

Turut mendampingi Bupati Tantri dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Santiyono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dwijoko Nurjayadi, Kepala Bakesbangpol Ugas Irwanto, Kabag Perekonomian dan SDA Susilo Isnadi serta Kabag Umum Heri Mulyadi.

Team Leader Divisi Pembiayaan Publik PT SMI Nanang Arifin menyatakan bahwa evaluasi proposal yang dilakukan telah mempertimbangkan berbagai mitigasi risiko, baik risiko keuangan, risiko hukum serta risiko lingkungan dan sosial terkait pelaksanaan pemberian pinjaman PEN Daerah.

“Perjanjian antara PT SMI dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo merupakan bentuk salah satu upaya Pemerintah Pusat dalam menyelamatkan perekonomian daerah yang terdampak COVID-19,” katanya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (27/10)

Menurut Nanang Arifin, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diluncurkan sebagai stimulus untuk terus menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga optimisme masyarakat.

“Kami berharap, dengan selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), transparansi dan akuntabilitas dalam implementasinya, dukungan fasilitas pinjaman PEN Daerah ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, menyampaikan bahwa pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional ke Kementerian Keuangan RI melalui PT SMI ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam rangka mempercepat pembangunan mengingat sekarang krisis pandemi COVID-19. “Mohon doa restunya, mudah-mudahan usulan yang kedua bisa terealisir secepatnya,” katanya.

Bupati mengharapkan mudah-mudahan pinjaman PEN ini bisa memberikan manfaat untuk pembangunan di Kabupaten Probolinggo. “Selain itu, usulan kedua disetujui sehingga bisa dilaksanakan pembangunnya di awal tahun 2021,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Santiyono menambahkan bahwa pinjaman dana untuk program PEN di Kabupaten Probolinggo nantinya akan diperuntukan untuk program bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Probolinggo.

“Intinya ini upaya dari Ibu Bupati dalam rangka percepatan pembangunan mengingat APBD kondisinya menurun. Setelah disetujui sebesar Rp 9,3 miliar, upaya selanjutnya akan melakukan kaji ulang usulan yang seharusnya pada tahun 2021 yang mungkin bisa dimasukkan di tahun APBD 2020. Sekarang masih proses di OPD teknis,” pungkasnya.