KPK Panggil Politisi Nasdem di Kasus Bupati Probolinggo Puput Tantriana

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta/RMOL
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta/RMOL

Kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh Bupati non-aktif Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin masih terus ditelusuri penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Siang tadi, KPK melakukan pemeriksaan kepada 15 orang sebagai saksi dalam kasus tersebut.

"Pemeriksaan dilakukan di Polres Probolinggo Kota," kata Plt Jurubicara KPK, Ali Fikri, Jumat siang (15/10).

Saksi-saksi yang dipanggil yaitu, Alwi selaku swasta; Suharto selaku PNS; I Ketut Kariana selaku notaris; Achmad Rifai alias Haji Rifai selaku Ketua DPD Nasdem Probolinggo.

Selanjutnya, Toto Hariyanto selaku PNS; Hari Pur Sulistiono selaku Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo; Wahid Noor Azis selaku Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Pemkab Probolinggo; Saiful Hidayat selaku Kabid Bina Usaha Perikanan Pemkab Probolinggo.

Kemudian, Mahbub Zunaidi selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkab Probolinggo; Bambang Suprayitno selaku Kabid Sarana Prasarana Pertanian DKPP Pemkab Probolinggo; Didik Tulus Prasetyo selaku Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Pemkab Probolinggo.

Lalu, Suryana Nuring P selaku Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo; Abdul Halim selaku Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Probolinggo; Hayu Kinanthi Sekar Maharani selaku mahasiswa; dan Nanik Melani selaku swasta.

Sebelumnya pada Kamis (14/10), penyidik memanggil 16 orang saksi, salah satunya adalah Dwi Agus Hariyanto selaku Wakabid Politik PDIP Probolinggo dan beberapa pejabat Pemkab Probolinggo lainnya.