Kematian Akibat Demam Berdarah Capai 630 Orang, Ini Kata Cak Imin 

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar/Net
Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar/Net

Tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia menjadi sorotan pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).


Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan pelayanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan seiring dengan tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD).

Mengacu pada data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, asus DBD sampai pekan ke-30 tahun ini tercatat 68.903 kasus di 456 kabupaten/kota di 34 provinsi. Sedangkan angka kematiannya tembus 640 kasus.

Kemenkes bahkan mengungkapkan pada pekan lalu, terjadi penambahan 1.311 kasus dan 13 kematian dalam seminggu.

"Saya minta pemerintah mengoptimalkan pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah yang mengalami kasus DBD tinggi,” kata pria yang karib disapa Cak Imin dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/8).

Cak Imin menegaskan pemerintah harus serius menangani, khususnya terkait pelayanan untuk tes DBD, kesiapan tenaga medis, maupun kebutuhan obat-obatan DBD yang memadai.

"Ini warning untuk pemerintah dan kita semua. DBD jangan diabaikan, apalagi ada kemiripan gejala awal pada pasien DBD dengan pasien Covid-19, jadi saya kira perlu pendeteksian dini yang lebih cepat dan akurat," tegasnya.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu juga mendorong Kemenkes serta Dinas Kesehatan untuk gencar melakukan upaya pencegahan penularan serta pengendalian peningkatan kasus DBD.

Salah satunya dengan menggalakkan kembali kegiatan bersih-bersih dan melakukan fogging secara berkala, khususnya di wilayah padat pemukiman.

Ketua Umum DPP PKB itu mengingatkan pemerintah untuk mengkampanyekan kembali gerakan 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur benda yang bisa menampung air.