Polres Bondowoso menangkap Latun (35) warga Poncogati Kecamatan Curahdami karena menculik seorang bayi (HHM) yang berusia 8 bulan.
- Polres Jombang Tangkap 3 Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
- KPK Benarkan Ada Penggeledahan di Pemprov Jatim, Ruangan Kesra Dijaga Brimob
- Terbitnya HGB di Laut Harus Diusut Tuntas, Jokowi Bertanggungjawab Dari Sisi Hukum
Diketahui tersangka melakukan aksinya karena sebelumnya bermodus merawat bayi HHM tersebut, hingga ada kesempatan membawa kabur pada (15/1) lalu.
Dikatakan Kapolres Bondowoso,AKBP Wikboko, alasan pelaku menculik bayi tersebut karena dua hal, salah satunya untuk dijadikan teman mengamen dan mengemis di Jakarta.
"Bayi HHM akan digunakan untuk (eksploitasi) mengamen di jalanan" ujarnya dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (25/1).
Ditambahkan oleh Wimboko, pelaku sebenarnya sudah sempat membawa kabur bayi HHM ke Surabaya untuk menuju Jakarta.
"Namun kembali ke Bondowoso, yang akhirnya berhasil ditangkap" tuturnya.
Modus lainnya yang menjadikan pelaku menculik bayi tersebut adalah untuk menakut-nakuti pacarnya yang pernah melakukan hubungan gelap.
"Jadi bayi tersebut akan dijadikan obyek hasil hubungan gelap tadi" terangnya.
Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 83 juncto Pasal 76F UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal 328 KUHP sub 330 ayat 1 dan 2.
"Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kejari Tanjung Perak Rebut Aset Pemkot Surabaya yang Hilang
- Dalami Dugaan Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung Periksa Tiga Purnawirawan Pati
- Kembali Jadi Terlapor Kasus Tipu Gelap, Status Tahanan Kota Dirut PT Daha Tama Adikarya Layak Dipertimbangkan