Pengurus DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), organisasi sayap Partai Golkar, memprotes sebuah acara di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (19/9), yang mencatut nama ormas tersebut.
- Sekjen MAKI Sebut Maidi Berintegritas dan Sukses Minimalisir Praktek Tindak Pidana Korupsi Selama Menjabat Wali Kota Madiun
- PBNU-Kementerian BUMN dan Kemenkop UKM Teken Kerjasama Ciptakan 10 Ribu Wirausaha Santri
- Memahami Hukum dan Politik Indonesia dari Senayan
"Ketua panitia acara ini telah kita laporkan ke kepolisian, pihak hotel sudah kami beri tahu sehari sebelumnya," ujar Taufan melalui keterangan tertulis seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.
Lebih jauh Taufan menambahkan, pihaknya telah menanyakan izin keramaian untuk acara tersebut.
Kami pengurus DPP sudah menanyakan kepada Polda terkait izin keramaian dan hasilnya kita dapat bahwa izin acara tersebut tidak ada dikeluarkan kepolisian," ujar Taufan.
Seketika itu, pihak kepolisian sempat membubarkan acara ini dan memberi perintah untuk menyelesaikan masalah dengan damai.
Waketum MKGR lainnya, Tumpal Sianipar mengaku kesal lantaran setelah mereka keluar, acara dilanjutkan kembali dan dihadiri oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo.
"Setelah kami keluar malah dilanjutkan dan bahkan dihadiri oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo," kata Tumpal.
Sementara itu, Waketum DPP Ormas MKGR lainnya, Toni Pontoh menambahkan, MKGR adalah organisasi yang memiliki aturan yang jelas.
Dia menegaskan, ormas MKGR yang sah adalah yang dipimpin oleh Ketua Umum Roem Kono dan Adies Kadir sebagai Sekjen lewat hasil Mubes di Bandung dengan masa bakti 2015-2020. [fak]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Muktamar NU 23 Desember Dianggap Keputusan Adil, Tidak Untungkan Salah Satu Calon Ketua Umum
- Terpilihnya Aklamasi AHY dan SBY sebagai Pemimpin Demokrat Akan Bawa Kejayaan di Pemilu 2029
- Masih Ngegantung, KIPP Minta MK Tak Politis Putuskan Aturan Usia Minimum Capres-Cawapres