Aksi Sosial Pelajar SMP Bantu Pemkot Surabaya Tangani Pandemi Covid-19

Kepala SMP Negeri 1 Surabaya, Akhmat Suharto di posko bantuan 'Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo' di halaman sekolah/RMOLJatim
Kepala SMP Negeri 1 Surabaya, Akhmat Suharto di posko bantuan 'Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo' di halaman sekolah/RMOLJatim

Gerakan 'Surabaya Memanggil' rupanya tak hanya memantik respons positif dari seluruh stakeholder dan masyarakat di Kota Pahlawan.


Terbaru, pelajar di Surabaya tergerak bergotong-royong untuk menginisiasi aksi sosial membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melawan pandemi Covid-19.

Seperti yang berlangsung di SMP Negeri 1 Surabaya, Jum'at (30/7). Pelajar di lembaga pendidikan ini, terlihat datang bergantian dengan didampingi orang tuanya ke sekolah. 

Mereka datang dengan membawa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, mie instan, gula, hingga minyak goreng. 

Bahan kebutuhan pokok ini pun langsung dimasukkan ke dalam drop box yang telah disiapkan di posko bantuan 'Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo' di halaman sekolah.

Kepala SMP Negeri 1 Surabaya, Akhmat Suharto mengatakan, bahwa melalui gerakan sosial ini peserta didik berharap Kota Pahlawan dapat segera bangkit dan pulih dari pandemi Covid-19. 

Karenanya mereka berinisiatif membuat gerakan gotong-royong mendukung pemkot untuk mendonasikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

"Jadi ide awal gotong royong peduli Suroboyo itu program dari semua siswa dan didukung Dinas Pendidikan. Pada prinsipnya, bagaimana Surabaya itu cepat bangkit dan pulih seperti semula," kata Suharto dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (31/7).

Untuk mendukung aksi ini, pihaknya turut memfasilitasi para pelajar dengan menyediakan posko 'Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo' di halaman sekolah. 

Uniknya, di posko ini sekolah juga menyediakan drop box dilengkapi dengan nama jenis bantuan yang akan didonasikan. 

Dengan begitu, pelajar atau orang tua ketika hadir di sekolah dapat memasukan sendiri bantuan ke dalam drop box dengan cara drive thru dan langsung pulang.

"Posko mulai Jum'at (30/7) Insya allah sudah kita buka sampai tanggal 12 Agustus 2021. Jadi orang tua siswa, pelajar maupun bapak ibu guru dapat menggunakan drive thru yang mana bisa memasukkan beras, uang, mie instan atau minyak goreng ke kotak (drop box) yang telah kita siapkan," jelasnya.

Setelah semua bantuan ini terkumpul, Suharto menyebut, pihaknya kemudian menyalurkannya kepada Pemkot Surabaya untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. 

Ia berharap, gerakan sosial ini dapat diikuti serentak oleh seluruh lembaga pendidikan di Surabaya.

"Kita harapkan serentak diikuti SMP Negeri dan swasta se-Kota Surabaya. Harapan ke depan mudah-mudahan tercapai, Surabaya bangkit lagi dan kembali seperti posisi semula," tuturnya.

Komite SMPN 1 Surabaya, Mirna, terlihat datang ke sekolah bersama putranya, Danendra Akhtar Mulawardana. Keduanya pun terlihat kompak memasukkan beberapa bahan kebutuhan pokok ke dalam drop box yang tersedia halaman sekolah. 

Bagi Mirna, aksi sosial ini sebagai bentuk dukungan kepada pemkot untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

"Pihak SMPN 1, wali murid termasuk komite sekolah dan para guru itu tergerak hatinya untuk peduli terhadap masyarakat Surabaya yang terdampak pandemi. Kami juga mendukung program kemanusiaan pemkot untuk peduli terhadap masyarakat Surabaya," kata Mirna.

Senada dengan ibundanya, Danendra Akhtar Mulawardana mengaku bersyukur lantaran masih diberikan kelebihan rezeki untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. 

"Saya juga mengeluarkan uang tabungan sendiri untuk membeli gula. Saya senang bisa ikut membantu masyarakat yang membutuhkan," kata Narendra, pelajar kelas 8A ini.

Sementara itu, Ketua OSIS SMPN 1 Surabaya, Muhammad Hilmy Farasyah berharap, dengan adanya program gotong royong sekolah peduli Suroboyo ini, dapat meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19. 

Bahkan, hal yang sama juga dilakukannya dengan menyisihkan uang saku untuk mendukung aksi sosial ini.

"Saya berharap, di tengah pandemi ini dapat membantu orang-orang yang membutuhkan di luar saya. Saya juga menyisihkan uang saku saya dari ayah ibu untuk program ini ke depannya," kata Hilmy.

Pelajar kelas 9D SMPN 1 Surabaya ini tak lupa juga mengajak rekan-rekan sekolahnya yang lain untuk turut serta bergotong-royong mendukung pemkot meringankan beban masyarakat terdampak. 

"Ayo teman-teman semuanya dari sekolah-sekolah lain, mari kita sukseskan program gotong royong sekolah peduli Suroboyo ini," pungkasnya.