Tenaga ahli presiden, Ade Irfan Pulungan baru-baru ini menuding mantan wakil presiden Jusuf Kalla telah memprovokasi masyarakat lantaran menanyakan bagaimana cara mengkritik pemerintah agar tidak ditangkap polisi.
- Jika Duet, Pendukung Anies-Puan Tidak Bisa Campur
- Keinginan PDIP Pilpres 2 Paslon Memang Hemat Anggaran, Tapi Ciptakan Polarisasi Politik
- Ketum Golkar: PKS Juga Dukung Pemerintah Larang Mudik 2021
Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid mengatakan apa yang disampaikan Ade Irfan Pulungan bisa jadi benar.
Jazilul pun meminta Jusuf Kalla untuk jujur terhadap kondisi bangsa hingga tak tahu cara mengkritisi pemerintah.
“Hemat saya, mungkin saja itu benar, tapi Pak JK tolong katakan dengan jujur apa yang sebenarnya terjadi kok sampai tidak tahu cara mengkritik,” kata Jazilul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (14/2).
Pihaknya juga meminta Jusuf Kalla untuk membuktikan jika pemerintah menggunakan hukum untuk menutup mulut para pengkritiknya.
“Buktikan juga bila pemerintah ini menggunakan jerat hukum untuk para pengkritik,” tekannya.
Wakil Ketua MPR RI mengingatkan kepada Jusuf Kalla bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Sehingga dibutuhkan kesejukan dalam berpikir dan kritik yang membangun bukan kegaduhan.
“Pemerintah dan kita semua sedang menghadapi krisis, kita perlu kebersamaan dan solusi untuk menghadapi krisis ini, baik dalam bentuk konsep, nasehat dan kritik,” tandasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Prabowo-Gibran Menang Versi Quick Count, PKS: Siap Jadi Oposisi
- Airlangga Hartarto Miliki Kans Kuat untuk Maju di Pilpres 2024, Tapi Perlu Kerja Ekstra
- JK Dan AHY Bisa Cairkan Hubungan SBY-Surya Paloh