Hari Santri, Walikota Probolinggo Resmikan Museum Rosulullah

Peresmian museum rasululloh/RMOLJatim
Peresmian museum rasululloh/RMOLJatim

Bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN), Kota Probolinggo melaunching Museum Rosululloh yang berada di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo.


Bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN), Kota Probolinggo melaunching Museum Rosululloh yang berada di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo

Museum yang dulunya hanya berisi benda-benda bersejarah tentang Kota Probolinggo, kini berubah drastis dengan adanya barang-barang bersejarah milik Rosululloh dan para Sahabat.

Museum bersejarah tentang Rosululloh ini tidak semua Kota dapat memilikinya, dengan adanya barang bersejarah yang amat dinanti oleh ummat Islam tersebut diharapkan dapat membawa barokah dan dapat memopang perekonomian Kota Probolinggo.

Dalam peresmian yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin tersebut di hadiri oleh para pejabat dan OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo beserta masyarakat Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo berharap, dengan adanya barang bersejarah milik Rosululloh dan para Sahabat tersebut, Kota Probolinggo semakin maju, terutama dalam sistem Pariwisata dan perekonomian. Sehingga dapat memopang perekonomian masyarakat Kota Probolinggo.

" Semoga dengan adanya barang bersejarah milik Rosululloh dan para sahabat ini, dapat menambah keimanan kita semua. Jadi kita tak perlu keluar Kota untuk melihat barang bersejarah ini, dengan adanya barang peninggalan Rosululloh ini semoga Kota Probolinggo mendapat barokahnya," tutur Wali Kota Habib Hadi, seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (22/10/200) sore.

Khoirun Nisya, salah satu pengunjung mengatakan, bahwa dirinya sebagai masyarakat Kota Probolinggo sangat bangga, dengan adanya barang peninggalan Rosululloh dan para sahabat tersebut.

"Ya saya sebagai warga sini tentunya sangat bangga dengan adanya barang peninggalan Rosululloh ini, karena tidak semua Kota ada peninggalan bersejarah milik Rosululloh ini, semoga dengan adanya ini orang-orang dari luar Kota dapat juga melihat barang yang amat bersejarah ini," katanya saat di lokasi Museum Rosululloh.

Diketahui di Museum Rosululloh tersebut tetap mematuhi Protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker dan pengunjung dibatasi yaitu hanya 40 orang dalam satu sesi dan dalam sehari dibatasi 8 sesi selama masa pandemi Covid-19 ini.