Disaat Pandemi Covid-19, Peternak Burung Kicau Asal Kraksaan Ini Mampu Hasilkan Puluhan Juta

Amri saat memberi makan burung ternaknya/RMOL Jatim
Amri saat memberi makan burung ternaknya/RMOL Jatim

Tak semua orang bernasib mujur seperti Amri. Disaat kondisi pandemi Covid-19, Warga Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo ini justru memiliki penghasilan puluhan juta setiap bulannya.


Penghasilan itu didapat Amri dari penjualan burung berkicau yang diternaknya.

"Alhamdulillah, setiap bulan bisa meraup untung Rp 25 juta. Ini saat di peradaban baru di tengah Pandemi Covid-19 ini,"jelas Amri pada Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (19/11).

Menurutnya, disangkarnya tersebut hanya ada dua jenis burung saja. Yaitu Burung jenis Parkit Australia dan Sankanur. Bahkan, dalam sepekan ini, hampir 60 ekor burung anakan dari dua jenis itu terjual di berbagai daerah.

"Kalau harganya variasi. Tergantung jenis dan usia burung juga. Kalau dewasa lebih mahal," ungkapnya.

Amri membeberkan, kalau burung Parkit Autralis jenis anakan dibandrol Rp 400 ribu sampai Rp. 500 ribu. Sedangkan dewasa dibandrol Rp 750 ribu sampai Rp 1,5 juta perekornya.

Untuk burung jenis Sangkanur berupa anakan dibandrol harga sekitar Rp 1,2 juta. Usia dewasa dihargai sekitar Rp. 4 juta.

"Sebulan bisa laku sampai 50 ekor anakan burung. Penghasilannya sekitar Rp 25 juta'an," paparnya.

Amri juga menyebutkan, kalau burung yang di ternak tersebut masih terbilang langka. Sebab, pihaknya membeli kedua jenis burung jantan dan betina tersebut dari luar daerah.

"Waktu beli di luar kota dan harganya begitu mahal. Tapi Alhamdulillah, saya pribadi hanya sebagai hobi saja. Namun, di beli sama orang-orang pecinta burung," pungkasnya.